HUKUM SHOLAT TAHAJUD SETELAH SHOLAT WITIR

Bolehkan Shalat Tahajjud, Setelah Shalat Witir?

Dari Thalq bin Ali radhiallahu anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Tidak ada dua witir dlm satu malam.” (HR. Abu Daud no. 1439, At-Tirmizi no. 470, & Ibnu Majahno. 1661)

Al Hasan bin Ali radliallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku ucapkan ketika melakukan witir, yaitu:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allaahummah Dinii Fiiman Hadait, Wa ‘Aafinii Fiiman Tawallait, Wa Baarik Lii Fiimaa A’thait, Wa Qinii Syarra Maa Qadhait, Innaka Taqdhii Wa Laa Yuqdhaa ‘Alaik, Wa Innahu Laa Yadzillu Man Waalait, Wa Laa Ya’izzu Man ‘Aadait, Tabaarakta Rabbanaa Wa Ta’aalait (Ya Allah, berilah aku petunjuk diantara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, & berilah aku keselamatan diantara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku diantara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau putuskan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan & tak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tak akan hina orang yang telah Engkau jaga & Engkau tolong, & tak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci & Maha Tinggi).” (HR. Abu Daud no. 1425, At-Tirmizi no. 464, An-Nasai no. 1746, Ibnu Majah no. 1178, & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Al-Misykah: 1/398)

Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِثَلَاثِ رَكَعَاتٍ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوعِ فَإِذَا فَرَغَ قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يُطِيلُ فِي آخِرِهِنَّ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat witir tiga rakaat, pada rakaat pertama beliau membaca: “Sabbihisma rabbikal a’laa (surah Al A’la).” Pada rakaat kedua membaca: “Qul ya ayyuhal kafirun (surah Al Kaafiruun), ” & pada rakaat ketiga beliau membaca “Qul huwallahu ahad (surah Al Ikhlas).” Lalu beliau qunut sebelum ruku’. Setelah selesai, beliau membaca: “SUBHANAL MALIKIL QUDDUS” sebanyak tiga kali. Beliau memanjangkan pada yang terakhir kalinya.” (HR. An-Nasai: 3/235 & sanadnya dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Shahih Sunan An-Nasai: 1/371-372)

Adab-Adab Shalat Witir

Ada beberapa adab yang harus diperhatikan sehubungan dgn shalat witir:

  • Tidak boleh mengerjakan 2 shalat witir dlm satu malam. Karenanya, barangsiapa yang telah shalat witir di awal malam lalu dia ingin lagi shalat lail atau tahajjud di akhir malam, maka hendaknya dia melakukan shalat lail/tahajjud sesuai dgn keinginannya akan tetapi dia tak boleh lagi mengerjakan shalat witir, sebagaimana yang telah kami jelaskan dlm artikel ‘Shalat Witir’ sebelumnya.
  • Jika shalat witir yang dikerjakan 3 rakaat, maka bacaan yang disunnahkan setelah Al-Fatihah adalah apa yang tersebut dlm hadits Ubay bin Ka’ab di atas.
  •  Disunnahkan qunut dlm shalat witir, baik dia sebagai imam maupun shalat sendirian, sementara makmum mengaminkan qunut imam. Ini berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab di atas. Adapun bacaannya, maka yang diamalkan oleh para ulama adalah apa yang tersebut dlm hadits Al-Hasan bin Ali radhiallahu anhuma di atas.
  • Tempat qunut adalah pada rakaat terakhir & dibaca sebelum ruku’, sebagaimana dlm hadits Ubay bin Ka’ab di atas. Hanya saja, dibolehkan terkadang qunut setelah ruku’ berdasarkan atsar Umar bin Al-Khaththab riwayat Ibnu Khuzaimah (2/155-156) & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Shalat At-Tarawih hal. 41-42
  • Disunnahkan membaca: “SUBHANAL MALIKIL QUDDUS” sebanyak tiga kali & memanjangkan bacaannya pada pengucapan yang ketiga. Bacaan ini dibaca setelah selesai dari shalat witir.

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s